Google Makalah | Dark Wizard of Scientist Skip to main content

Makalah

Makalah


Makalah adalah tulisan resmi yang mengkaji suatu sub bahasan/permasalahan oleh orang yang ahli pada bidangnya (sesuai dengan permasalahan yang dibahas) yang hasilnya akan dipublikasikan dan disampaikan secara tuntas mengenai pembahasan tersebut dimuka umum, dan hasil dari pembahsan tersebut akan dipertanggung jawabkan oleh penulis. Merupakan salah satu jenis tulisan ilmiah

Ciri Makalah yang Baik :


a. Akurat dan menyeluruh (comprehensive)
Makalah tersebut menyajikan fakta dan gagasan secara akurat, dan membahas masalahnya secara lengkap dan tuntas. Makalah tersebut juga telah mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan calon pembaca mengenai topik tersebut dan kemudian menjawabnya dengan baik.

b. Memiliki sumber informasi yang baik
Ini adalah ciri yang paling penting dari setiap makalah. Makalah yang bagus mengakui sumbangan penulis lain yang karyanya tentang topik itu telah diterbitkan. Tidak melakukan hal itu dianggap sebagai praktek kesarjanaan yang buruk. Makalah tersebut menggunakan sumber informasi yang beragam (semakin banyak semakin baik). Untuk semua fakta dan gagasan yang bukan merupakan karya asli penulis makalah diberikan kutipan. Kutipan langsung digunakan secara jarang, dan dipilih untuk memberikan ilustrasi gagasan penulis lain dalam bahasa mereka sendiri. (Penjelasan tentang kutipan dan rujukan lebih lanjut akan diberikan di bawah.).

c. Seimbang.
Ini berarti bahwa makalah tersebut membahas fakta, gagasan, dan sudut pandang yang dibicarakan secara obyektif dan seimbang, dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan masing-masing. Makalah yang bagus mungkin bersikap kritis terhadap karya tulis sebelumnya, tetapi tidak memberikan kitik tanpa dasar dan menyerang secara ad hominem1 kepada penulis lain.

d. Kreatif.
“kreatif” dalam pengertian ilmiah berarti bahwa makalah tersebut tidak sekedar menyajikan fakta belaka, tetapi ini tidak berarti bahwa informasi yang disajikan itu “dikarang” atau tidak berdasarkan fakta. Dalam makalah yang berkualitas, fakta-fakta itu ditata, dianalisa, dipadukan, dan digunakan sebagai dasar kesimpulan dengan cara yang inovatif, kreatif, dan orisinal.

e. Secara teknis, penulisannya benar.
Ini berarti bahwa makalah tersebut terbebas dari kesalahan gaya bahasa, tata bahasa, tanda baca, penggunaan kata, dan ejaan.

f. Tertata dengan baik.
Ini berarti bahwa makalah tersebut memiliki tujuan yang jelas. Dalam makalah yang berkualitas, materinya ditata secara logis, dengan kata-kata transisi yang baik di antara bagian-bagiannya dan dengan kecepatan yang tepat.

Struktur Makalah 

a. Bagian pendahuluan.
Bagian pendahuluan harus merupakan pernyataan yang jelas, menarik, dan ringkas tentang (a) topik yang akan dibahas dalam makalah tersebut, (b) bagaimana kaitan topik tersebut dengan bidang ilmu yang sedang dibicarakan dan terutama dengan sub-bidang ilmu Anda (penulis), serta (c) mengapa topik tersebut penting dan menarik untuk dibicarakan. Dalam makalah yang berbasis penelitian, hipotesis yang akan diuji disajikan dalam bagian ini.

b. Batang tubuh makalah.
Dalam makalah yang berdasarkan penelitian, bagian ini dibagi menjadi bagian “materi dan metode penelitian,” bagian “hasil/temuan penelitian,” dan bagian “diskusi/pembahasan.” Untuk makalah akademik (makalah kelas), bagian-bagian ini mungkin kurang begitu tampak jelas, tetapi materi tersebut perlu disajikan di bagian ini. Untuk makalah yang disajikan dalam seminar/konferensi, bagian “hasil/temuan penelitian” dan “pembahasan” ini sering kali digabungkan.* Dalam bagian materi dan metode penelitian, penulis mengungkapkan dari mana dan bagaimana dia memperoleh data atau gagasan yang dibicarakan dalam makalah itu. 
Penulis juga menjelaskan metode, prosedur, atau pendekatan yang akan digunakan untuk memeriksa data atau gagasan tersebut. * Di bagian hasil/temuan penelitian, penulis menyebutkan hasil-hasil analisa atau evaluasinya terhadap data atau gagasan yang ditelitinya. * Di bagian diskusi/pembahasan, penulis membicarakan implikasi dan makna dari hasil/temuan penelitiannya itu. Setiap faktor yang mungkin mempengaruhi hasil/temuan tersebut, termasuk bias penulis sendiri, hendaknya dibicarakan di sini.

c. Ringkasan dan Kesimpulan.
Makalah yang bagus mempunyai ringkasan di bagian akhirnya. Dalam laporan penelitian yang formal, ini disebut bagian ”penutup/kesimpulan.” Ringkasan itu hendaknya menyatakan kembali secara ringkas tujuan makalah, setiap hipotesis yang diuji, materi dan metode penelitian yang digunakan, dan hasil yang diperolehnya.
Kesimpulan kemudian ditarik berdasarkan hasil/temuan penelitian tersebut. Dalam makalah laporan penelitian, penulis menyatakan apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak. Ringkasan tersebut menyatakan berakhirnya penelitian yang telah ia lakukan tetapi menyebutkan penelitian lanjutan yang masih harus dilakukan mengenai topik tersebut.

d. Daftar Pustaka.
Makalah yang bagus menyertakan daftar pustaka (bibliografi). Bagian ini bisa juga disebut sebagai ”daftar sumber yang dikutip”. Rujukan diberikan untuk semua karya yang dikutip dalam makalah, dan hanya karya yang telah dikutip saja.


Judul : Makalah
Disusun Oleh : Dewi Fatmawati
Sumber : Dewi Fatmawati
Technorati Tags: Science

Comments

Popular posts from this blog

Pengukuran Atenuasi

A. Atenuasi Atenuasi adalah menurunnya level daya sinyal akibat pengaruh jarak transmisi. Untuk menghindari hal ini, jarak media transmisi dibatasi sehingga pengaruh atenuasi tidak banyak mengganggu kualitas sinyal. Pengaruh atenuasi terhadap sinyal berbeda-beda antar satu media transmisi dengan lainnya. Untuk mengatasi atenuasi, bisa juga digunakan perangkat seperti amplifier atau repeater, yang berfungsi meningkatkan kembali level daya sinyal.
Untuk guided media, atenuasi adalah fungsi yang lebih kompleks dari jarak dan pada umumnya mengikuti fungsi logarithm. Sehingga biasanya dinyatakan sebagai jumlah desibel konstan per unit jarak. Atenuasi membawakan tiga pertimbangan untuk membangun transmisi : a. Sinyal yang diterima harus cukup kuat sehingga arus elektronik pada receiver bisa mendeteksi sinyal b. Sinyal harus mempertahankan level yang lebih tinggi dibanding derau yang diterima tanpa error c. Atenuasi merupakan fungsi frekuensi yang meningkat
Masalah pertama dan kedua d…

Penjalaran Gelombang

DEFINISI DAN KLASIFIKASI GELOMBANGa. Definisi Gelombang Gelombang adalah getaran yang merambat gerak gelombang dapat dipandang sebagai perpindahan momentum dari suatu titik di dalam ruang ke titik lain tanpa perpindahan materi Rumus dasar gelombang adalah :

Dengan v = kecepatan rambat l = Panjang gelombang b. Klasifikasi gelombang Dalam kenyataannya pengklasifikasian gelombang sangat beragam, ada yang menurut arah rambatnya, medium perambatannya, menurut dimensi penyebaran rambatannya dll. Gelombang menurut arah perambataanya: Gelombang longitudinal Gelombang dengan arah gangguan sejajar dengan arah penjalarannya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi, gelombang bunyi ini analog dengan pulsa longitudinal dalam suatu pegas vertikal di bawah tegangan dibuat berosilasi ke atas dan ke bawah disebuah ujung, maka sebuah gelombang longitudinal berjalan sepanjang pegas tersebut, koil – koil pada pegas tersebut bergetar bolak –balik di dalam arah di dalam mana gangguan berjal…

Tempurung Kelapa

Tempurung Kelapa Pohon kelapa atau sering disebut pohon nyiur biasanya tumbuh pada daerah atau kawasan tepi pantai. Buah kelapa terdiri dari kulit luar, sabut, tempurung, kulit daging (testa), daging buah, air kelapa dan lembaga. Buah kelapa yang sudah tua memiliki bobot sabut (35%), tempurung (12%), endosperm (28%) dan air (25%) (Setyamidjaja, D., 1995). Tempurung kelapa adalah salah satu bahan karbon aktif yang kualitasnya cukup baik dijadikan arang aktif. Bentuk, ukuran dan kualitas tempurung kelapa merupakan hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan arang aktif. Kualitas tempurung kelapa dan proses pembakaran sangat menentukan rendemen karbon aktif yang dihasilkan.
Karakteristik Tempurung Kelapa Secara fisologis, bagian tempurung merupakan bagian yang paling keras dibandingkan dengan bagian kelapa lainnya. Struktur yang keras disebabkan oleh silikat (SiO2) yang cukup tinggi kadarnya pada tempurung kelapa tersebut. Berat dan tebal tempurung kelapa sangat ditentukan oleh jenis ta…