Google Gaya Sebagai Fungsi Kecepatan | Dark Wizard of Scientist Skip to main content

Gaya Sebagai Fungsi Kecepatan

Tipe lain gaya dapat diuraikan dengan mudah solusi persamaan (2.19) adalah kasus diman F adalah fungsi v itu sendiri :
clip_image002 (2.27)
Untuk memecahkan kita mengalikan dengan clip_image004dt dan diintegralkan dari t0 ke t
clip_image006 (2.28)

Integral disebelah kiri dapat dievaluasi, paling sedikit secara prinsip, ketika F(v) diperoleh, dan bagian persamaan yang hasil v tidak diketahui. Jika persamaan ini adalah pemecahan untuk v, kita akan memperoleh persamaan dalam bentuk :
clip_image008 (2.29)
Solusi untuk x adalah :
clip_image010 (2.30)

Dalam gerak satu dimensi, hanya jenis gaya tertentu yang tergantung pada kecepatan adalah gaya pergeseran, gaya luncur atau pergeseran berputar diantara permukaan benda padat adalah hamper konstan untuk pasangan gaya permukaan dengan pemberian suatu gaya normal diantara permukaan tersebut, dan tergantung pada kecepatan hanya dalam penunjukannya selalu berlawanan dengan kecepatan. Pergeseran gaya diantara gesekan permukaan atau diantara benda padat dan bendacair atau medium gas bergantung pada kecepatan dalam suatu cara gabungan dan geseran F(v) dapat biasanya diberi hanya dalam bentuk daftar singkat dari data percobaan.

Dalam kasus tertentu pada kecepatan, pergeseran cahaya adalah proporsional untuk beberapa kasus gaya gesekan :
F = (F)bvn (2.31)

Jika n adalah bilangan berpangkat, tanda negative telah dipilih / diambil sehingga gaya mempunyai tanda yang berlawanan pada kecepatan v. Pergeseran gaya selalu berlawanan kecepatan, dan meskipun kerja negative, misalnya menyerap energi dari benda yang bergerak, gaya kecepatan bergantung dalam arah yang sama sebagai kecepatan yang telah digambarkan suatu sumber dari energi, seperti kebanyakan kasus yang tidak sering terjadi.

Sebagai contoh kita melihat bagaimana perjalanan suatu perahu dengan kecepatan awal v0, yang mempergunakan mesin pada t0 = 0 pada saat posisi x0 = 0. kita asumsikan perbesaran gaya yang diberikan oleh persamaan (2.31) dengan n = 1 :
clip_image012 (2.32)
Kita selesaikan persamaan (2.32), diikuti langkah di atas persamaan (2.27 ) melalui persamaan (2.30) :
clip_image014 maka diperoleh clip_image016 (2.33)
Kita lihat bahwa sebagai clip_image018~,v→0, tetapi perahu tidak pernah datang tepat waktu, solusi untuk x adalah :
clip_image020 (2.34)
Untuk t→ ~, x mendekati nilai limit
clip_image022 (2.35)

Meskipun kita dapatkan suatu jarak terbatas bahwa perjalanan perahu, walaupun menurut hasil di atas, persamaan (2.33). Kecepatan tidak pernah menjadi nol tepat, pada saat v cukup besar kecepatan menjadi begitu kecil sehingga otomatis perahu berhenti. Missal kita ambil kecepatan yang rendah / kecil vs sehingga v < vs kita akan perhatikan berhentinya perahu kemudian kita dapat mengambil harga t tertentu terbatas agar perahu berhenti oleh :
clip_image024 (2.36)

Untuk logaritma suatu fungsi rendah, berhentinya waktu ts tidak akan bergantung pada ketetapan besarnya luas dari harga vs yang terbesar sehingga lebih kecil dari nilai v0.
Ini sering terjadi untuk menyelesaikan solusi pada deret Taylor dalam t. jika kita tambah sisi kanan dari persamaan (2.33) dan (2.34) dalam kekuatan t, kita peroleh :
clip_image026 (2.37)
clip_image028 (2.38)

Catatan untuk kedua batas pertama dalam deret agar v dan x menjadi formula suatu partikel yang bekerja pada gaya konstan – bv0, dimana harga awal dari pergeseran gaya dalam persamaan (2.32). ini diharapkan dan dihasilkan menjadi suatu ketelitian yang tepat pada aljabar dimana memberikan solusi (2.34). perluasan deret menjadi sangat berguna untuk memperoleh formula yang hampir mendekati valid untuk jarak waktu yang singkat.

Karakteristik dari gerak benda yang bekerja pada suatu pergeseran gaya diberikan persamaan (2.31) tergantung pada eksponen n. Pada umumnya harga eksponen besar.
Deret Taylor
clip_image030
clip_image032
clip_image034

Comments

Popular posts from this blog

Pengukuran Atenuasi

A. Atenuasi Atenuasi adalah menurunnya level daya sinyal akibat pengaruh jarak transmisi. Untuk menghindari hal ini, jarak media transmisi dibatasi sehingga pengaruh atenuasi tidak banyak mengganggu kualitas sinyal. Pengaruh atenuasi terhadap sinyal berbeda-beda antar satu media transmisi dengan lainnya. Untuk mengatasi atenuasi, bisa juga digunakan perangkat seperti amplifier atau repeater, yang berfungsi meningkatkan kembali level daya sinyal.
Untuk guided media, atenuasi adalah fungsi yang lebih kompleks dari jarak dan pada umumnya mengikuti fungsi logarithm. Sehingga biasanya dinyatakan sebagai jumlah desibel konstan per unit jarak. Atenuasi membawakan tiga pertimbangan untuk membangun transmisi : a. Sinyal yang diterima harus cukup kuat sehingga arus elektronik pada receiver bisa mendeteksi sinyal b. Sinyal harus mempertahankan level yang lebih tinggi dibanding derau yang diterima tanpa error c. Atenuasi merupakan fungsi frekuensi yang meningkat
Masalah pertama dan kedua d…

Umpan Balik Negatif

UMPAN BALIK NEGATIFSistem umpan balik negatif adalah suatu sistem dimana sinyal keluaran dari penguat dikembalikan lagi ke masukan penguat tersebut, sehingga sinyal keluaran bergabung dengan sinyal masukan. Dan sinyal keluaran yang dikembalikan mempunyai fase yang berlawanan dengan sinyal. Macam-Macam Umpan Balik Negatif: Seri - Parallel (Voltage Controlled Voltage Source/VCVS)
Adalah rangkaian umpan balik negatif yang mempunyai keluaran berupa tegangan yang dikendalikan oleh masukan berupa tegangan. Tipe dari penguat ini adalah penguat tegangan. Penguat ini idealnya mempunyai impedansi masukan tak berhingga dan impedansi keluaran nol. Parallel - Parallel (Current Controlled Voltage Source/ICVS)
Adalah rangkaian umpan balik negatif yang mempunyai keluaran berupa tegangan yang dikendalikan oleh masukan berupa arus. Tipe dari penguat ini adalah penguat transresistansi. Penguat ini idealnya mempunyai impedansi masukan nol dan impedansi keluaran nol. Seri - Seri (Voltage Controlled Cu…

Penjalaran Gelombang

DEFINISI DAN KLASIFIKASI GELOMBANGa. Definisi Gelombang Gelombang adalah getaran yang merambat gerak gelombang dapat dipandang sebagai perpindahan momentum dari suatu titik di dalam ruang ke titik lain tanpa perpindahan materi Rumus dasar gelombang adalah :

Dengan v = kecepatan rambat l = Panjang gelombang b. Klasifikasi gelombang Dalam kenyataannya pengklasifikasian gelombang sangat beragam, ada yang menurut arah rambatnya, medium perambatannya, menurut dimensi penyebaran rambatannya dll. Gelombang menurut arah perambataanya: Gelombang longitudinal Gelombang dengan arah gangguan sejajar dengan arah penjalarannya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi, gelombang bunyi ini analog dengan pulsa longitudinal dalam suatu pegas vertikal di bawah tegangan dibuat berosilasi ke atas dan ke bawah disebuah ujung, maka sebuah gelombang longitudinal berjalan sepanjang pegas tersebut, koil – koil pada pegas tersebut bergetar bolak –balik di dalam arah di dalam mana gangguan berjal…