Google Karya Ilmiah | Dark Wizard of Scientist Skip to main content

Karya Ilmiah

Pendahuluan

Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium , artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skrispsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Dalam beberapa hal ketika mahasiswa melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan “verifikasi” terhadap proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan praktikum didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
(http://fpmipa.upi.edu/bi/pdf/Karya%20ilmiah.pdf)

1. Pengertian Karya Ilmiah

Kata karya dapat di artikan dengan, hasil perbuatan atau ciptaan. Lalu kata ilmiah dapat diartikan dengan bersifat ilmu atau memenuhi syarat ilmu pengetahuan. Jadi, dapat dikatakan bahwa karya ilmiah adalah karangan yang bersifat ilmu atau memenuhi sifat ilmu pengetahuan. Empat prinsip utama tentang pengertian penertian ilmiah:
a. Karya ilmiah bersifat obyektif.
b. Segala sesuatu yang dikemukakan penulis harus berdasarkan data.
c. Penyimpulan ( penemuan di dalamnya) berpola induktif dan deduktif.
d. Pembahasan datanya berdasarkan rasio.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karya ilmiah adalah karangan yang pembicaraannya bersifat objektif, berdasarkan data, dan penyimpulan – penemuan di dalamnya berpola induktif dan deduktif serta pembahasan datanya berdasarkan rasio. Yang termasuk ke dalam jenis karya ilmiah ini adalah makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan sebagainya.
(Barus,Sanggup, dkk.2011.hal. 146)

2. Pemilihan Topik

Topik adalah pokok pembicaraan dalam keseluruhan tulisan yang digarap. Kegiatan yang di lakukan sebelum penulisan ialah memilih topik.
Hal-hal yang dipertimbangkan dalam pemilihan topik ialah :
a. Topik harus bermanfaat dan layak dibahas. Bermanfaat berarti bahwa pembahasan topik itu akan memberi sumbanganagi pengembangan ilmu dan profesi. Lalu layak dibahas berarti bahwa topik itu memerlukan pembahasan dan sesuai dengan bidang yang ditekuni, misalnya: pelestarian sumber daya perairan, angkutan laut, pemakaian pupuk buatan dan sebagainya. Tetapi, topik jumalha propinsi di Indonesia, luas laut Indonesia, dan topik lainnya yang mempunyai sifat serupa, dinilai tidak layak dibahas.
b. Topik cukup menarik, terutama bagi penulis. Topik yang demikian dapat memotivasi penulis berusaha secara kontinu mencari data yang berguna dalam membahas masalah yang dihadapi, dan memotivasi penulis menyelesaikan karya ilmiahnya secara baik. Bagi pembaca, topik yang demikian mengundang minat untuk membaca.
c. Topik Dikenal baik. Ini berarti topik yang dipilih, harus topik yang dikuasai atau diketahui penulis sendiri. Sekurang-kurangnya prinsip – prinsip ilmiahnya kuasai penulis serba sedikit.
d. Bahan yang diperlukan untuk pembicaraan topik itu, dapat diperoleh dan cukup memadai. Artinya, sumber - sumber bahan yang relevan dan memadai dapat diperoleh dan cukup memadai. Artinya, sumber – sumber bahan yang relevan dan memadai dapat diperoleh, baik dari perpustakaan pribadi penulis maupun dari perpustakaan yang ada di daerah atau di kota penulis.
e. Tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Topik yang terlalu luas seperti laut , pendidikan, pelayaran, tidak memberi kesempatan kepada penulis untuk membahasnya secara mendalam. Apalagi jika panjang karya ilmiah dibatasi (misalnya, oleh panitia seminar). Sebaliknya, bila topik terlalu sempit, maka sifatnya terlalu khusus, tidak dapat digeneralisasi, sehingga tidak banyak gunanya bagi pengembangan ilmu, misalnya kesulitan penulis surat klaim yang dialami pegawai PT Djakarta Lloyd Cabang Medan – Belawan.

3. Pembatasan Topik

Topik yang terlalu yang terlalu umum atau terlalu luas, yang tidak sesuai dengan kemampuan penulis untuk membicarakannya, dapat dibatasi ruang lingkupnya. Hal ini dilakukan agar penulis tidak hanyut dalam suatu persoalan yang tidak habis-habisnya

4. Penentuan Judul

Pada penentuan judul yang biasanya agak-agak susah. Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan dalam penentuan judul harus ada hubungan dengan topik. Seperti yang telah dikemukakan terdahulu, topik adalah pokok pembicaraan dalam keseluruhan karya ilmiah yang di garap. Sedangkan judul ialah nama, title. Atau semacam label untuk suatu karya ilmiah. Pernyataan topik mungkin saja sama dengan judul tetapi mungkin juga tidak. Dalam karya ilmiah, judul harus tepat menunjukkan topiknya.
Beberapa hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan judul:
1. Judul harus sesuai dengan topik atau isi karya ilmiah beserta jangkauanya.
2. Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa benda, bukan dalam bentuk kalimat.
3. Judul karya ilmiah diusahakan sesingkat mungkin.
4. Judul karya limiah harus dinyatakan secara jelas atau tidak boleh ada kata kiasan( kata-kata ambigu)

5. Perumusan Tema

Perumusan tema perlu dilakukan untuk menghindari mengembangnya pembahasan ataupun mengarahkan perkembangan tulisan. Setelah itu penulis membuat rumusan mengenai masalah dan tujuan yang dicapai dengan topik tadi. Rumusan itu dinamakan tema.
Rumusan masalah harus berbentuk kalimat, rumusan singkat yang mengandung tema dasar sebuah karya ilmiah, disebut tesis. Ini berarti bahwa ada satu gagasan sentral yang menonjol. Bila tulisan itu tidak menonjolkan suatu gagasan utama, maka yang ingin disampaikan, dapat dinyatakan dalam bentuk penjelasan singkat. Rumusan singkat yang tidak menekankan tema dasar, disebut Pengungkapan maksud.

Contoh :
Tesis Pengungkapan maksud
Topik Pertanian Rakyat di Indonesia Penanganan klaim pada PT Djakarta Lloyd Cabang Medan- Belawan
Tujuan Mendorong rakyat untuk meningkatkan produksi pertaniannya Menggambarkan penanganan klaim pada PT Djakarta Llyod Cabang Medan-Belawan
Rumusan masalah Dalam rangka meningkatkan produksi pertanian rakyat di Indonesia, hendaknya rakyat didorong atau dirangsang dengan memberi kredit dan penerangan. Penulis ingin menggambarkan penanganan klaim pada PT Djakarata Lliod cabang Medan-Belawan sehingga gambaran proses penanganan dan pencegahan klaim pada perusahaan itu dapat di ketahui pembaca dengan jelas.

Dalam pengunkapan maksud topik dan tujuan pembicaraan hanya menjadi keterangan-keterangan kalimat itu. Maksud penulis biasanya dinyatakan dengan kata-kata seperti : akan menceritakan, akan menggambarkan, akan menguraikan, akan mengesahkan,dan sebagainya
(Barus,Sanggup, dkk.2011.hal. 146)



Daftar Pustaka
Barus,Sanggup, dkk.2011.Bahasa Indonesia. Medan: UNIMED
http://fpmipa.upi.edu/bi/pdf/Karya%20ilmiah.pdf

Judul : Karya Ilmiah
Disusun Oleh : Fisika Nondik 2008 Unimed

Comments

Popular posts from this blog

Pengukuran Atenuasi

A. Atenuasi Atenuasi adalah menurunnya level daya sinyal akibat pengaruh jarak transmisi. Untuk menghindari hal ini, jarak media transmisi dibatasi sehingga pengaruh atenuasi tidak banyak mengganggu kualitas sinyal. Pengaruh atenuasi terhadap sinyal berbeda-beda antar satu media transmisi dengan lainnya. Untuk mengatasi atenuasi, bisa juga digunakan perangkat seperti amplifier atau repeater, yang berfungsi meningkatkan kembali level daya sinyal.
Untuk guided media, atenuasi adalah fungsi yang lebih kompleks dari jarak dan pada umumnya mengikuti fungsi logarithm. Sehingga biasanya dinyatakan sebagai jumlah desibel konstan per unit jarak. Atenuasi membawakan tiga pertimbangan untuk membangun transmisi : a. Sinyal yang diterima harus cukup kuat sehingga arus elektronik pada receiver bisa mendeteksi sinyal b. Sinyal harus mempertahankan level yang lebih tinggi dibanding derau yang diterima tanpa error c. Atenuasi merupakan fungsi frekuensi yang meningkat
Masalah pertama dan kedua d…

Penjalaran Gelombang

DEFINISI DAN KLASIFIKASI GELOMBANGa. Definisi Gelombang Gelombang adalah getaran yang merambat gerak gelombang dapat dipandang sebagai perpindahan momentum dari suatu titik di dalam ruang ke titik lain tanpa perpindahan materi Rumus dasar gelombang adalah :

Dengan v = kecepatan rambat l = Panjang gelombang b. Klasifikasi gelombang Dalam kenyataannya pengklasifikasian gelombang sangat beragam, ada yang menurut arah rambatnya, medium perambatannya, menurut dimensi penyebaran rambatannya dll. Gelombang menurut arah perambataanya: Gelombang longitudinal Gelombang dengan arah gangguan sejajar dengan arah penjalarannya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi, gelombang bunyi ini analog dengan pulsa longitudinal dalam suatu pegas vertikal di bawah tegangan dibuat berosilasi ke atas dan ke bawah disebuah ujung, maka sebuah gelombang longitudinal berjalan sepanjang pegas tersebut, koil – koil pada pegas tersebut bergetar bolak –balik di dalam arah di dalam mana gangguan berjal…

Tempurung Kelapa

Tempurung Kelapa Pohon kelapa atau sering disebut pohon nyiur biasanya tumbuh pada daerah atau kawasan tepi pantai. Buah kelapa terdiri dari kulit luar, sabut, tempurung, kulit daging (testa), daging buah, air kelapa dan lembaga. Buah kelapa yang sudah tua memiliki bobot sabut (35%), tempurung (12%), endosperm (28%) dan air (25%) (Setyamidjaja, D., 1995). Tempurung kelapa adalah salah satu bahan karbon aktif yang kualitasnya cukup baik dijadikan arang aktif. Bentuk, ukuran dan kualitas tempurung kelapa merupakan hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan arang aktif. Kualitas tempurung kelapa dan proses pembakaran sangat menentukan rendemen karbon aktif yang dihasilkan.
Karakteristik Tempurung Kelapa Secara fisologis, bagian tempurung merupakan bagian yang paling keras dibandingkan dengan bagian kelapa lainnya. Struktur yang keras disebabkan oleh silikat (SiO2) yang cukup tinggi kadarnya pada tempurung kelapa tersebut. Berat dan tebal tempurung kelapa sangat ditentukan oleh jenis ta…