Google Karya Ilmiah | Dark Wizard of Scientist

June 11, 2013

Karya Ilmiah

Pendahuluan

Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium , artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skrispsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Dalam beberapa hal ketika mahasiswa melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan “verifikasi” terhadap proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan praktikum didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
(http://fpmipa.upi.edu/bi/pdf/Karya%20ilmiah.pdf)

1. Pengertian Karya Ilmiah

Kata karya dapat di artikan dengan, hasil perbuatan atau ciptaan. Lalu kata ilmiah dapat diartikan dengan bersifat ilmu atau memenuhi syarat ilmu pengetahuan. Jadi, dapat dikatakan bahwa karya ilmiah adalah karangan yang bersifat ilmu atau memenuhi sifat ilmu pengetahuan. Empat prinsip utama tentang pengertian penertian ilmiah:
a. Karya ilmiah bersifat obyektif.
b. Segala sesuatu yang dikemukakan penulis harus berdasarkan data.
c. Penyimpulan ( penemuan di dalamnya) berpola induktif dan deduktif.
d. Pembahasan datanya berdasarkan rasio.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karya ilmiah adalah karangan yang pembicaraannya bersifat objektif, berdasarkan data, dan penyimpulan – penemuan di dalamnya berpola induktif dan deduktif serta pembahasan datanya berdasarkan rasio. Yang termasuk ke dalam jenis karya ilmiah ini adalah makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan sebagainya.
(Barus,Sanggup, dkk.2011.hal. 146)

2. Pemilihan Topik

Topik adalah pokok pembicaraan dalam keseluruhan tulisan yang digarap. Kegiatan yang di lakukan sebelum penulisan ialah memilih topik.
Hal-hal yang dipertimbangkan dalam pemilihan topik ialah :
a. Topik harus bermanfaat dan layak dibahas. Bermanfaat berarti bahwa pembahasan topik itu akan memberi sumbanganagi pengembangan ilmu dan profesi. Lalu layak dibahas berarti bahwa topik itu memerlukan pembahasan dan sesuai dengan bidang yang ditekuni, misalnya: pelestarian sumber daya perairan, angkutan laut, pemakaian pupuk buatan dan sebagainya. Tetapi, topik jumalha propinsi di Indonesia, luas laut Indonesia, dan topik lainnya yang mempunyai sifat serupa, dinilai tidak layak dibahas.
b. Topik cukup menarik, terutama bagi penulis. Topik yang demikian dapat memotivasi penulis berusaha secara kontinu mencari data yang berguna dalam membahas masalah yang dihadapi, dan memotivasi penulis menyelesaikan karya ilmiahnya secara baik. Bagi pembaca, topik yang demikian mengundang minat untuk membaca.
c. Topik Dikenal baik. Ini berarti topik yang dipilih, harus topik yang dikuasai atau diketahui penulis sendiri. Sekurang-kurangnya prinsip – prinsip ilmiahnya kuasai penulis serba sedikit.
d. Bahan yang diperlukan untuk pembicaraan topik itu, dapat diperoleh dan cukup memadai. Artinya, sumber - sumber bahan yang relevan dan memadai dapat diperoleh dan cukup memadai. Artinya, sumber – sumber bahan yang relevan dan memadai dapat diperoleh, baik dari perpustakaan pribadi penulis maupun dari perpustakaan yang ada di daerah atau di kota penulis.
e. Tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Topik yang terlalu luas seperti laut , pendidikan, pelayaran, tidak memberi kesempatan kepada penulis untuk membahasnya secara mendalam. Apalagi jika panjang karya ilmiah dibatasi (misalnya, oleh panitia seminar). Sebaliknya, bila topik terlalu sempit, maka sifatnya terlalu khusus, tidak dapat digeneralisasi, sehingga tidak banyak gunanya bagi pengembangan ilmu, misalnya kesulitan penulis surat klaim yang dialami pegawai PT Djakarta Lloyd Cabang Medan – Belawan.

3. Pembatasan Topik

Topik yang terlalu yang terlalu umum atau terlalu luas, yang tidak sesuai dengan kemampuan penulis untuk membicarakannya, dapat dibatasi ruang lingkupnya. Hal ini dilakukan agar penulis tidak hanyut dalam suatu persoalan yang tidak habis-habisnya

4. Penentuan Judul

Pada penentuan judul yang biasanya agak-agak susah. Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan dalam penentuan judul harus ada hubungan dengan topik. Seperti yang telah dikemukakan terdahulu, topik adalah pokok pembicaraan dalam keseluruhan karya ilmiah yang di garap. Sedangkan judul ialah nama, title. Atau semacam label untuk suatu karya ilmiah. Pernyataan topik mungkin saja sama dengan judul tetapi mungkin juga tidak. Dalam karya ilmiah, judul harus tepat menunjukkan topiknya.
Beberapa hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan judul:
1. Judul harus sesuai dengan topik atau isi karya ilmiah beserta jangkauanya.
2. Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa benda, bukan dalam bentuk kalimat.
3. Judul karya ilmiah diusahakan sesingkat mungkin.
4. Judul karya limiah harus dinyatakan secara jelas atau tidak boleh ada kata kiasan( kata-kata ambigu)

5. Perumusan Tema

Perumusan tema perlu dilakukan untuk menghindari mengembangnya pembahasan ataupun mengarahkan perkembangan tulisan. Setelah itu penulis membuat rumusan mengenai masalah dan tujuan yang dicapai dengan topik tadi. Rumusan itu dinamakan tema.
Rumusan masalah harus berbentuk kalimat, rumusan singkat yang mengandung tema dasar sebuah karya ilmiah, disebut tesis. Ini berarti bahwa ada satu gagasan sentral yang menonjol. Bila tulisan itu tidak menonjolkan suatu gagasan utama, maka yang ingin disampaikan, dapat dinyatakan dalam bentuk penjelasan singkat. Rumusan singkat yang tidak menekankan tema dasar, disebut Pengungkapan maksud.

Contoh :
Tesis Pengungkapan maksud
Topik Pertanian Rakyat di Indonesia Penanganan klaim pada PT Djakarta Lloyd Cabang Medan- Belawan
Tujuan Mendorong rakyat untuk meningkatkan produksi pertaniannya Menggambarkan penanganan klaim pada PT Djakarta Llyod Cabang Medan-Belawan
Rumusan masalah Dalam rangka meningkatkan produksi pertanian rakyat di Indonesia, hendaknya rakyat didorong atau dirangsang dengan memberi kredit dan penerangan. Penulis ingin menggambarkan penanganan klaim pada PT Djakarata Lliod cabang Medan-Belawan sehingga gambaran proses penanganan dan pencegahan klaim pada perusahaan itu dapat di ketahui pembaca dengan jelas.

Dalam pengunkapan maksud topik dan tujuan pembicaraan hanya menjadi keterangan-keterangan kalimat itu. Maksud penulis biasanya dinyatakan dengan kata-kata seperti : akan menceritakan, akan menggambarkan, akan menguraikan, akan mengesahkan,dan sebagainya
(Barus,Sanggup, dkk.2011.hal. 146)



Daftar Pustaka
Barus,Sanggup, dkk.2011.Bahasa Indonesia. Medan: UNIMED
http://fpmipa.upi.edu/bi/pdf/Karya%20ilmiah.pdf

Judul : Karya Ilmiah
Disusun Oleh : Fisika Nondik 2008 Unimed
Share this post

0 comments

Comment & suggestion....

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2013 Dark Wizard of Scientist
Original Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSS Comments RSS
Back to top